never ending j.o.u.r.n.e.y
The only j.o.u.r.n.e.y is the one within ::____________________:: some notes by triwibs kanyut
Sunday, May 27, 2012
Serpihan Hikmah #2
@DopeOrFunny: when you lose everything you want, you find the only thing you need | terkadang orang sulit membedakan keinginan dengan kebutuhan. maka kadangkadang tuhan membuat orang kecewa setengah mati, atau pelanpelan memudarkan ribuan keinginan di hati seseorang, atau memaksa seseorang meninggalkan keinginan dengan cara yang 'menyakitkan,' hingga yang tersisa hanyalah kebutuhannya saja. demikian barangkali sedikit jalan masuknya 'sakinah' ke hati manusia yang mau mengambil pelajaran.
| Reactions: |
Serpihan Hikmah #1
kita sering merasa lebih tahu cara masuk surga ketimbang tuhan, atau bahkan merasa lebih memahami tuhan ketimbang tuhan sendiri. semisal engkau bersyahadat, tetapi kau memasukkan makanan dan minuman yang diharamkan tuhan ke dalam perutmu setiap hari; atau mencuri uang rakyat setiap hari, dan kau merasa tetap tak bersalah; atau setidaknya engkau merasa lebih kasih sayang pada sesama dan menganggap tuhan pasti begini dan begitu karena rahmat dan kasihnya. tentu benar tuhan maha pengasih lagi penyayang, tetapi jika kau mengaku pengikut kanjeng rasul tentu kau juga tahu adalah benar tuhan itu maha adil, maha menghukum dan membalas atas apaapa yang kau kerjakan. tuhan yang punya jalan, punya semesta dan punya surga dan yang menentukan segalanya -- lantas mengapa kau merasa bisa dekat dengannya tanpa mematuhinya?
| Reactions: |
Wednesday, May 09, 2012
SANG PENYAIR
... sejak kepedihan hatinya sirna, ia tak lagi bisa menulis sajak cinta yang dahsyat. maka ia bertekad mencari kekasih hati yang dianggapnya bisa membuatnya patah hati suatu hari nanti agar kemampuan menulis sajaknya tak mati. sepanjang 10 tahun terakhir ia berhasil membuat puluhan perempuan patah hati namun ia sendiri tak pernah bisa merasakan kepedihan cinta. maka ia putus asa dan menikah hidup berbahagia dengan dua anak, sembari ia terus menyebutnyebut nama Allah agar dikaruniai lagi kemampuan menulis sajak cinta. sepanjang 20 tahun berikutnya ia terus menyebut nama Allah tanpa henti sampai tak sadar ia menjadi mencintaiNya. dan akhirnya ia sadar betapa ia merindukan bisa bertemu Tuhannya. kerinduan menerbitkan kesedihan yang begitu mendalam - kesedihan karena merasa sangat ingin berjumpa dengan zat yang selalu ia sebutsebut namanya. dan lahirlah sajaksajak cinta ilahi yang sangat menyentuh hingga bahkan pembacanya tak kuasa menahan tangis saat membacanya.
Thursday, May 03, 2012
Fariduddin Attar : Sang Pendongeng Burung Sorgawi
Fariduddin Attar (1142?-1220) Sufi, filsuf dan penyair besar Persia, yang menyusun tak kurang dari 45.000 syair (kuplet) dan beberapa karya prosa yang brilian – salah satunya adalah Mantiq at-thair atau Musyawarah Burung, sebuah kisah alegoris perjalanan spiritual. Namun ada beberapa karya yang dinisbahkan kepadanya diragukan keautentikannya.
Detail kehidupan Attar hingga kini masih menjadi perdebatan, namun pada umumnya Fariduddin Attar dikatakan lahir sekitar tahun 1142 di Nishapur (Iran ). Pada masa mudanya Attar sering mengembara menuntut ilmu (filsafat, teologi, hadits, tasawuf dan Qur’an). Dia akhirnya menetap di tanah kelahirannya di Nishapur dan di sana Attar menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mengumpulkan kisah, ucapan, anekdot, dan pemikiran para sufi besar. Karya-karya yang dihasilkannya sangat mempengaruhi generasi sufi berikutnya dan menjadi sumber rujukan dan inspirasi bagi dunia Islam, khususnya Tasawuf. Ide, tema dan gaya kesusastraan Attar sangat kuat dan indah, dan berpengaruh besar dalam kesusastraan Persia pada khususnya dan kesusastraan Islam pada umumnya. Beberapa karyanya telah diterjemahkan ke lebih dari sepuluh bahasa, antara lain Bahasa Inggris, Urdu , Indonesia , dan Arab. Attar meninggal pada 1220 di Mekah, Arab Saudi.
Karyanya yang kerap disebut dalam kitab-kitab tasawuf dari generasi selanjutnya adalah prosa Tazkirat al-Awliya, yang menjadi sumber informasi sangat penting tentang sufi-sufi generasi awal, seperti al-Hallaj, Rabi’ah, dan sebagainya. Kitab ini berisi biografi singkat sufi-sufi generasi awal beserta pemikiran, ucapan, dan beberapa kisah-kisah ajaib/ganjil mereka, yang biasanya diasosiasikan dengan kesucian spiritual. Kisah-kisah dalam Tazkirat-al-Awliya selain merupakan cerita yang menghibur juga mengandung fungsi pedagogis terutama dalam konteks perjalanan dan pengalaman spiritual dan juga sebagai sumber inspirasi filosofis-mistis. Karya lainnya yang juga sangat terkenal adalah Mantiq at-Thayr. Kitab ini berisikan puisi alegoris yang mengisahkan sekawanan burung yang berkumpul untuk membicarakan perjalanan menemui burung maha besar legendaris, Simurgh. Rapat para burung itu dipimpin oleh burung Hud yang menjelaskan segala ujian dan cobaan dalam upaya menemui Simurgh. Masing-masing burung mengemukakan berbagai dalih, keberatan, pertanyaan dan beberapa pertanyaan lainnya kepada pemimpin rapat. Pada akhirnya setelah melewati berbagai rintangan, termasuk tujuh lembah yang terkenal, burung-burung yang berhasil mencapai Simurgh hanya sedikit. Dan mereka menemukan Simurgh itu ada dalam diri mereka sendiri. Kisah alegoris ini melambangkan perjalanan spiritual dengan cobaan, rintangan dan tingkatan-tingkatan spiritual (maqam dan ahwal) yang mesti dilalui para sufi (burung) untuk menyatu dengan Tuhan (Simurgh). Karya Attar lainnya diantaranya adalah Ilahi-nama, Musibat-nama, Divan (koleksi sajak mistik), dan lain-lain.
Labels:
NOVEL SUFI,
Penyair Sufi,
TASAWUF
| Reactions: |
Wednesday, May 02, 2012
Fakhruddin Iraqi : Tiada Tuhan Selain Cinta
Fakhrudin Iraqi (1211 – 1289) Salah seorang sufi dan penyair terbesar Persia (Iran ) abad 13, yang banyak menulis sajak-sajak cinta mistis yang menguraikan ajaran wahdat al-wujud dalam tradisi sufisme. Karyanya Lama’at atau “Kilauan Ilahi,” adalah sebuah karya metafisis sekaligus karya sastranya yang terbesar.
Fakhrudin Ibrahim Iraqi lahir di Hamadan , Iran pada 1211, atau menurut keterangan lainnya, pada 1213. Iraqi sudah disekolahkan sejak usia lima tahun dan pada usia sembilan tahun dia sudah hafal al-Qur’an. Pada usia tujuh belas tahun dia sudah menguasai semua cabang pengetahuan Islam tradisional dan menjadi ulama pengajar. Pertemuannya dengan serombongan sufi Qalandar (pengelana) mengubah jalan hidupnya. Iraqi kemudian meninggalkan jabatannya sebagai ulama pengajar dan mengikuti para sufi pengembara. Bersama para sufi itu Iraqi mengembara ke Pakistan sampai India untuk mendalami tasawuf. Iraqi belajar kepada guru sufi pemimpin tarekat Suhrawardiyah, Baha’udin Zakariyya di Multan (Pakistan ) selama 25 tahun. Sebelum sang guru meninggal dia menunjuk Iraqi sebagai penggantinya. Tetapi penunjukkan ini menimbulkan kecemburuan dan Iraqi dilaporkan sebagai sufi yang sesat kepada sultan Muhammad Syah (?) yang dikenal sebagai pemabuk dan pembenci tarekat. Iraqi kemudian meninggalkan Multan menuju Mekah, Madinah dan kemudian ke Damaskus dan akhirnya menetap di Konya . Di sini dia bersahabat baik dengan penyair besar lainnya, Jalaluddin Rumi dan murid sufi besar Ibn ‘Arabi, Sadruddin Qunawi. Iraqi kemudian mengembara ke Kairo dan sebelum menetap di Damaskus. Iraqi meninggal pada 8 November 1289 di Damaskus.
Lama’at adalah karya sastra sufi yang memuat ajaran ma’rifat yang diekspresikan dengan bahasa cinta. Menurut Iraqi, keindahan apa pun dapat menunjukkan pada kesadaran pada keindahan Tuhan, tetapi hanya manusia sajalah yang memanifestasikan keindahan Tuhan secara langsung. Landasan dari pandangan ini adalah ajaran wahdat al-wujud yang dianutnya. Selain itu Iraqi memperluas ajaran Ibn ‘Arabi tentang Cinta dan Kesatuan Wujud —“Tiada tuhan selain Cinta,” kata Iraqi. Karena itu dalam karya-karyanya Iraqi pada dasarnya mendiskusikan ajaran wahdat al-wujud dari sudut pandang cinta. Karyanya yang lain adalah Divan, ‘Ushshaqnameh, sebuah karya tasawuf yang ditulis dalam bentuk masnawi dan gazal.
Labels:
cinta ilahi,
Penyair Sufi,
WALI ALLAH
| Reactions: |
Monday, April 30, 2012
ADAB PARA WALI
ketika Khawaja Mu'inuddin Chisti berkunjung ke kediaman Syekh Abdul Qadir al-Jailani, maka Syekh Abdul Qadir segera mengadakan konser qawwali (musik ruhani) khusus untuk menghormati Khwaja Mu'nuddin. Saat Khwaja Mu'nuddin memimpin qawwali, Syekh Abdul Qadir justru berdiri di luar, memegang erat tongkatnya yang ditancapkan di tanah. Saat ditanya, mengapa Syekh Abdul Qadir berlaku demikian, Syekh Abdul Qadir menjawab, "“Aku perlu menjaga agar bumi tidak guncang [dengan menancapkan tongkatnya] saat Khwaja Mu'inuddin memimpin qawwali, sebab kekuatan 'wajd' Mu’inuddin Chisti begitu besar.”
Sesudah perjumpaan ini, Mu’nuddin meneruskan pengembaraannya, dan menarik sejumlah murid. Saat beliau berada di sebuah gua di pegunungan Kush, muncul peristiwa yang sangat bersejarah dalam dunia Sufi. Di Baghdad, Syekh Abdul Qadir al-Jailani mengungkapkan “Kakiku berada di atas bahu semua Wali Allah.” Mu’inuddin Chisti mendengar ucapan ini secara spiritual, dan dengan segera beliau duduk dan sujud di lantai gua, sebagai isyarat bahwa dirinya mengakui kebenaran ucapan Syekh Qutb al-Alam Abdul Qadir al-Jailani. Karena kerendahan hati inilah maka Allah kelak mengaruniainya kedudukan tinggi sebagai “Sultan Wali India,” sebab Mu’nuddin Chisti kelak menjadi pemimpin dari para Wali Allah yang memberkahi anak-benua India dan sekitarnya.
Sesudah perjumpaan ini, Mu’nuddin meneruskan pengembaraannya, dan menarik sejumlah murid. Saat beliau berada di sebuah gua di pegunungan Kush, muncul peristiwa yang sangat bersejarah dalam dunia Sufi. Di Baghdad, Syekh Abdul Qadir al-Jailani mengungkapkan “Kakiku berada di atas bahu semua Wali Allah.” Mu’inuddin Chisti mendengar ucapan ini secara spiritual, dan dengan segera beliau duduk dan sujud di lantai gua, sebagai isyarat bahwa dirinya mengakui kebenaran ucapan Syekh Qutb al-Alam Abdul Qadir al-Jailani. Karena kerendahan hati inilah maka Allah kelak mengaruniainya kedudukan tinggi sebagai “Sultan Wali India,” sebab Mu’nuddin Chisti kelak menjadi pemimpin dari para Wali Allah yang memberkahi anak-benua India dan sekitarnya.
Thursday, April 19, 2012
RIJALUL GHOIB*
Rijalul Ghoib adalah sekelompok kaum laki - laki dari golongan para Auliya Allah yang saling mengenal dalam organisasi Kewalian Allah s.w.t yang dengan sengaja dighoibkan dari kehidupan duniawai. Mereka para Rijal al - Ghoib, merupakan khalifah - khalifah ghoib yang ditugaskan oleh Allah s.w.t untuk menghunuskan pedang - pedang mereka dibalik gunung Qaaf dan gunung Nuun demi menjaga manusia dari segala tindak tanduk kejahatan para gerombolan bangsa jin dan bangsa syetan.
Dalam setiap zaman Kewalian hanya terdapat 70 orang Rijal al - Ghoib, yang tersebar di 70 negara - negara Islam didunia. Umumnya mereka terlahir dari golongan keluarga miskin harta, kaya iman dan cerdas akan pengetahuan. Badan mereka kurus karena selalu berpuasa, suara mereka serak karena selalu berdzikir, mata mereka cekung karena selalu menangis didalam Tahajjud pada setiap malam hari dan keberanian mereka mampu mengguncangkan seisi bumi. Mereka para Rijal al - Ghoib sangatlah membenci permusuhan dan peperangan didunia nyata dan mencintai perdamaian di alam ghoib. Mereka menjadi hakim yang adil bagi bangsa jin dan menjadi hukum yang keras bagi bangsa syetan. Dan tidaklah keluar dari mulut mereka, melainkan segala ilmu pengetahuan tentang hal - hal yang ghoib dibumi dan dilangit.
Setiap 10 orang Rijal al - Ghoib akan dipimpin oleh seorang Wali Autad, dan setiap seorang Rijal al - Ghoib akan memimpin 10 orang Ahli al - Ghoib. Lalu, siapakah Ahli al - Ghoib / Ahlul Ghoib tersebut ? Ahlul Ghoib adalah sekolompok kaum laki - laki dan sebagiannya perempuan dari golongan para orang - orang Khusus yang tidak saling mengenal dalam organisasi Kewalian Allah s.w.t yang dengan tidak sengaja dimasukkan kedalam kehidupan dialam ghoib duniawi. Selain Rijalul Ghoib dan Ahlul Ghoib, masih ada lagi para kekasih Allah s.w.t yang memperoleh gelar al - Ghoib lainnya. Mereka adalah para Wali al -Ghoib (Wali Aimmah al - Ghoib / Wakil Wali Quthub yang ke - 2),Mir'atul Ghoib dan Hizbul Ghoib.
wa Allahu a'lam bi ash-shawab
Labels:
Rijalul Ghoib,
SUFI,
WALI ALLAH
| Reactions: |
Wednesday, April 11, 2012
1000 rahmat lebih
rahmatNya tiada batas. tetapi kita sendiri yang suka membatasbatasi, hanya karena terpana pada soalsoal yang "ngabedhah adat." rahmatNya tak hanya datang lantaran kau banyak wirid. dalam setiap pekerjaan duniawi, terselip 1000 rahmat, dan masingmasing dari 1000 rahmat itu tersimpan 1000 lagi rahmat, demikian seterusnya. tuhan selalu mencaricari alasan agar kita masuk surga, tetapi kita sering bandel dan membatasbatasi sendiri jalan menuju ke sana.
:: banten | somewhere, in the past
:: banten | somewhere, in the past
| Reactions: |
Sunday, April 08, 2012
POINT OF NO RETURN
Dia memandang dua jalan lurus di depannya. Entah mengapa ia merasa cemas, sangat cemas. Sepanjang hidupnya dia selalu berusaha mencari jalan yang lurus dan normal. Dan kini, apa yang keliahatan di depannya membuatnya tertegun dan entah mengapa ia mulai merasa pusing -- kedua jalan itu sama-sama lurus dan kelihatan tidak senormal yang diharapkannya, dan, lebih parah lagi, keduanya berbeda jurusan. Lantas, mana yang mesti ia pilih? Ia sesekali ingin kembali ke belakang; namun saat ini ia tahu sudah tak ada waktu lagi untuk kembali ke belakang. Ia menyadari hanya ada dua pilihan yang tersisa: maju atau berhenti selamanya. Jika ia memutuskan berhenti, ia akan menjadi seonggok mayat tanpa guna. Namun jika terus maju, maka ia harus berubah dan akan berhadapan dengan ribuan ketidakpastian dan kesusahan.
"Any change, even a change for the better, is always accompanied by drawbacks and discomfort. Every new adjustment is a crisis in self-esteem. All changes, even the most longed for, have their melancholy, for what we leave behind us is a part of ourselves. We must die to one life before we can enter into another"
Dalam rentang hidup, selalu ada masa di mana kita tak bisa mundur - the point of no return. Saat kita sampai pada titik itu, kita harus menerima kenyataan - sebab seandainya kita mencoba menyangkalnya, itu akan sia-sia. Barangkali ini adalah "takdir" yang memaksa kita untuk terus maju ke arah garis yang sudah ditentukan - barangkali ini adalah bagian dari proses kita yang pada hakikatnya hanya "diperjalankan."
Sometime FATE is like a small sandstorm that keeps changing directions. You change direction but the sandstrom chases you. You turn again, but the storm adjust. Over and over you play this out. Why? Because this storm isn't something that blew in from far away. This storm is something INSIDE you. All you can do is give in to it, step right inside the storm, and walk carefully through it.
Maka pertanyaannya adalah, bagaimana kita tahu bahwa diri kita telah sampai pada "the point of no return?" --
... dan orang itu masih berdiri di hulu dua jalan lurus yang berbeda arah. Ia tak menginginkan berada pada situasi seperti itu, tetapi seakan-akan ada kekuatan di luar kehendak dirinya yang memaksanya untuk berubah. Ia harus tentukan dan bersiap menerima konsekuensinya. Ia tahu, ia telah sampai pada titik itu. Ia harus bergerak menyongsong ribuan kemungkinan takdir yang telah disiapkan. Ia takut. Tetapi ia tak punya pilihan.
Saat senja semakin mendekat, ia menabahkan hatinya, mulai melangkahkan kaki memilih salah satu jalan, sambil berdoa semoga dirinya baik-baik saja.
Jakarta-Banten 04/04/11
on the verge of the night
| Reactions: |
Monday, April 02, 2012
yang maha penting
Jadi mengapa kau selalu lebih peduli pada hal 'penting'? bukankah agar sesuatu bisa disebut penting, maka perlu ada banyak halhal yang tak penting? adalah penting sekali memiliki halhal yang tidak penting agar ada halhal lain yang bisa disebut penting. sesuatu hal itu bisa jadi penting atau boleh jadi menyebabkan hal lain penting. jika begitu kau bisa katakan segala sesuatu itu penting dan segala sesuatu itu tidak penting. mbundhet. dalam kembundhetan ini kau tak punya pilihan. kalau sesuatu itu niscaya atau tak terelakkan, engkau tak bisa mengelompokkannya sebagai sesuatu hal penting atau tidak penting. sesuatu hal tersebut berada di luar pilihan itu. laku kebajikan adalah "everything is important." dan zikir adalah "nothing is important." amal-kebajikan yang kau lakukan adalah penting, tetapi pada saat yang sama engkau sebagai 'pelaku' adalah tak penting sebab segala sesuatu ada dalam kehendak dan kekuasaan tuhan. tauhid adalah menyatukan halhal yang bertentangan semacam ini ke dalam wilayah ke-maha-an: yang maha penting.
Subscribe to:
Posts (Atom)
